09 April, 2008

Bukan Sekadar Gosip Jalanan

Rasanya belum hilang dari ingatan kita, peristiwa penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebulan lalu, dengan tuduhan menerima suap. Lalu kita pun dikejutkan lagi (sebenarnya tak perlu lagi terkejut) dengan penangkapan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nur Nasution dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Azirwan, juga karena kasus suap-menyuap.
Berderetnya peristiwa penangkapan para tersangka korupsi (termasuk suap-menyuap) dalam bulan-bulan terakhir ini, di satu sisi membuktikan bahwa KPK memang benar-benar serius melaksanakan tugas. Di sisi lain, juga semakin membenarkan asumsi bahwa sudah tidak ada lagi institusi yang benar-benar "bersih" di negeri ini, termasuk institusi yang seharusnya memberikan teladan kejujuran kepada rakyat. Ini juga bukti bahwa sindiran grup musik Slank melalui lagunya Gosip Jalanan memang ada benarnya.
Terungkapnya kasus-kasus korupsi, yang selalu diberitakan secara luas oleh semua media, tak kunjung membuat jera. Bahkan tak pula mampu membangkitkan rasa malu. Hal ini terlihat dari liputan-liputan televisi yang menampilkan wajah para tersangka koruptor. Wajah-wajah itu tampak tidak menunjukkan penyesalan ataupun ekspresi malu. Mungkinkah karena mereka tahu bahwa akhirnya mereka akan mendapat hukuman ringan atau malah dibebaskan karena pengadilan bisa diatur? Atau, karena mereka tahu bahwa mereka hanyalah sebutir es di atas puncak gunung salju?
Komentar seperti ini memang bisa dinilai sebagai komentar orang pesimis dan apatis, yang sudah tidak percaya lagi pada sistem yang bergulir di republik ini. Namun siapa lagi yang dapat dipercaya bila para pemimpinnya lebih disibukkan dengan upaya menumpuk kekayaan secara tidak halal, menebar pesona dan mengumbar janji, ketimbang memperbaiki nasib sebagian besar rakyatnya, yang kian terhimpit berbagai kesulitan? Tetapi apa yang dilakukan KPK, sedikit banyak memberikan harapan. Dengan dibongkarnya kasus-kasus korupsi pada lembaga-lembaga tinggi (dan tertinggi) negara, siapa tahu lambat-laun akan muncul rasa was-was pada para pejabat di lembaga-lembaga yang lebih rendah, sehingga akan berpikir ratusan kali sebelum berbuat korupsi. Asalkan bukan sebaliknya yang terjadi: semakin canggih menyembunyikan perbuatan korupnya.
Khusus untuk para anggota DPR, peristiwa penangkapan Al Amin Nur Nasution, seyogyanya dijadikan momentum untuk semakin mawas diri dan membersihkan diri, bukan justru marah terhadap grup musik Slank yang telah meluncurkan Gosip Jalanan. Buktikan bahwa sindiran Slank itu tidak benar. Sudah saatnya pula mereka membuktikan kepada masyarakat di dunia bahwa mereka benar-benar wakil rakyat yaitu orang-orang yang terpilih untuk mewakili kepentingan rakyat banyak, bukan kepentingan dirinya atau partai politik yang mengusungnya.

Tidak ada komentar: